Brigif 26/GP dalam rangka program latihan Minggu Militer Triwula I di bulan Januari 2025 yang di terapkan dalam rencana kegiatan lapangan sesuai jadwal melaksanakan materi kegiatan pengetahuan senjata ringan (Pengjatri) di Makobrigif 26/GP.
Dalam pelaksanaan, materi latihan yang diberikan pengetahuan tentang Senjata SS1 VV2. Pelaksanaan latihan dilaksanakan melalui metode teori praktis dan praktek yang diikuti oleh prajurit Brigif 26/GP.
Koordinator latihan Sersan Dua Herman Hindom menyampaikan bahwa senjata SS1 V2 merupakan senapan serbu ringan dengan kaliber 5.56 mm, air-cooled yang beroperasi dengan sistem gas menggunakan magazen serta menggunakan bolt berputar pada kecepatan tinggi dan patek dalam jaringan menyebabkan fragmentasi dan cepat mentransfer energi
Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5,56 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kg. Senapan ini bersama-sama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senapan standar TNI dan Polri, senapan ini paling banyak digunakan didalam negeri, karena diproduksi di Indonesia.